03/12/11

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA (GINJAL)




SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

I. GINJAL

Nama lainnya di sebut “ren” (renal/kidney). Berbentuk seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus



FUNGSI GINJAL

1.       Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa
 metabolisme tubuh
2.      Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan antara
             lain :
·         Urea, asam urat, amoniak, creatinin
·         Garam anorganik
·         Bakteri dan juga obat-obatan
3.      Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal
4.      Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
5.      Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah
    merah di sumsum tulang

                       

STRUKTUR GINJAL
Terdiri atas 3 bagian, yaitu:

1.      Korteks ( Kulit Ginjal ).

·         Terdapat unit penyaring darah
·         Setiap nefron terdiri dari :
v  Badan Malpighi yang tersusun atas Glomerulus dan Simpai Bowman.
Ø  Glomerulus yaitu Kumpulan pembuluh darah halus yang berasal dari nadi ginjal.
Ø  Simpai Bowman yaitu Bagian dari badan malpighi berbentuk seperti mangkok yang mengelilingi glomerulus.
v  Tubulus Kontortus, yg dibedakan 2 macam yaitu :
Ø  Tubulus Proksimal, yaitu tubulus atau saluran yang dekat dgn badan malpighi
Ø  Tubulus Distal yaitu yaitu tubulus yg jauh dari badan malpighi
Ø  Antara Tubulus Proksimal dengan Tubulus Distal dihubungkan oleh Lengkung Henle
Ø  Proses filtrasi terjadi di Glomerulus hasil penyaringan masuk ke simpai bowman


2.      Medulla ( Sumsum Ginjal ).

·         Berupa badan berbentuk kerucut yg disebut piramid ginjal yg banyak mengandung saluran pengumpul urin.
·         Proses Augmentasi terjadi di bagian Medula ini.


3.      Rongga Ginjal ( Pelvis ).

·         Merupakan tempat penampungan urin sementara yg menetes sedikit demi sedikit dari sumsum ginjal / medula.
·         Selanjutnya urin dari pelvis menuju Uretra melalui ureter.


PROSES PEMBENTUKAN URINE

            Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi.
1. Penyaringan (filtrasi)
Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.
Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya (Urine Primer)

2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)
                Reabsorbsi terjadi pada saluran penyerapan, yaitu penyerapan kembali bahan-bahan  yang di butuhkan oleh tubuh. Zat-zat yang di absorbsi adalah air, glukosa, asam amino, garam-garam dan ion-ion (Urine Sekunder)

3. Augmentasi
Augmentasi terjadi dalam saluran penyerapan yang kedua di saluran ini kembali terjadi penyerapan ait, garam-garam, dan ion-ion sehingga urine bertambah pekat akhirnya akan masuk ke dalam saluran pengumpul. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin. (Urine Sebenarnya)


HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN MELIPUTI :

Ø  Dalam keadaan normal urine tidak mengandung glukosa dan protein
Ø  Diabetes melitus terjadi karena adanya glukosa dalam urine yang disebabkan kekurangan hormon insulin
Ø  Banyak urine yan gdikeluarkan tergantung dari banyaknya air yang diminum dan kadar ADH.


GANGGUAN PADA GINJAL :

1.      Nefritis : disebabkan gangguan pada nefron karena infeksi kuman, akibatnya kadar ureum dalam darah meningkat. Nefritis dapat menimbulkan uremia, yaitu adanya uriene yang masuk ke dalam darah, sehingga menyebabkan penyerapan air terganggu dan tertimbun di kaki yang disebut oedema.
2.      Diabetes melitus (kencing manis) : disebabkan kekuranga insulin, akibatnya kadar glukosa darah meningkat.
3.      Diabetes inspidus (penyalit kuning) : disebabkan tidak ada hormon adh, akibatnya urine meningkat.
4.      Albuminuria : disebabkan adanya protein dalam urine, akibatnya kerusakan atau iritasi sel ginjal karena infeksi.
5.      Batu ginjal : disebabkan kekurangan minum dan sering menahan kencing, akibatnya mengendap menjadi batu ginjal.
6.      Polyuria : yaitu urine yang dikeluarkan sangat banyak dan encer, disebabkan kemampuan nefron untuk mengadakan reabsorbsi sangat rendah atau gagal.
7.      Oligouria : yaitu urine yang dikeluarkan sangat sedikit bahkan tidak berurine, disebabkan oleh kerusakan ginjal secara total.

0 komentar:

Poskan Komentar | Feed

Poskan Komentar

Mengatakan :



Adsense Sesat !

Music Sesat !

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info
 

Negara - Negara Sesat !

Status Blog Sesat !

Letak Orang Sesat !

Sepdhyo Wahyu's Blog Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER